Bangunan ini merupakan gedung bekas kediaman Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta, yang telah direnovasi sekitar tahun 1960'an karena bangunan aslinya rusak sewaktu Agresi II Militer Belanda.
Penggagas renovasi gedung dan penyematan nama Gedung Negara Tri Arga adalah Gubernur pertama Sumatera Barat, Kaharudin Datuk Rangkayo Basa.
Sebelumnya, Istana Bung Hatta sempat berganti beberapa nama. Diawali dengan nama Rumah Tamu Agung, kemudian berganti menjadi Gedung Negara Tri Arga, lalu berganti menjadi Wisma Hatta, dan akhirnya menjadi Istana Bung Hatta.
Letak Istana Bung Hatta berhadapan dengan landmark kota Bukittinggi, yakni Jam Gadang, dan bersebelahan disebelah kanan dengan Monumen Bung Hatta dan disebelah kiri dengan Balai Sidang Bung Hatta dan Hotel bintang empat, The Hills.
Saat ini, Istana Bung Hatta juga digunakan sebagai tempat menginap Presiden dan Wakil Presiden serta pejabat-pejabat negara juga para tamu negara yang berkunjung ke Sumatera Barat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar